Ilustrasi kartu PKH yang di tarik Dinas Sosial Kab.Madiun
Ilustrasi kartu PKH yang di tarik Dinas Sosial Kab.Madiun

Banyak kalangan terdampak pandemi Covid 19. Salah satunya dialami Endro Nur Cahyono (43). Dia terpuruk sejak adanya pandemi covid-19 melanda. Pemasukan dia sebagai driver ojek online hampir tidak ada.

Selama dua bulan lebih pontang panting menantikan pelanggan yang tak kunjung nyantol di hp nya. Endro tak tau lagi harus berbuat apa.

Baca Juga : Salurkan Bantuan, IMR dan MalangTIMES Dapat Aduan Dari Masyarakat Pra Sejahtera

Endro memiliki  anggota keluarga dengan seorang istri yang bekerja menunggu sebuah kios kecil di rumah. Dia punya dua anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah menengah pertama(SMP). Mereka tinggal di rumah berdinding yang sudah retak ditambah atap yang mau roboh.

Namun, keterpurukan ekonomi itu saat ini sedikit tertolong. Karena istrinya masuk dalam daftar penerima bantuan sosial tunai dari APBD. 

Wajah sumringah  terlihat dari driver ojol yang tinggal di Kelurahan Munggut Rt/Rw 12/03 Kec Wungu Kabupaten Madiun itu. 

"Alkhamdulillah sudah dapat bantuan dari pemerintah Mas. Kemarin, istri saya diberitau untuk mengambil bantuan di kelurahan munggut berupa uang Rp 600.000," kata Endro saat bertemu jurnalis madiunTIMES jum'at 22/05/2020

Diketahui sebelumnya, istri Endro adalah salah satu warga masyarakat yang menerima bantuan PKH dari Diinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun. Namun beberapa bulan lalu kartu yang biasanya dibuat mengambil bantuan tersebut tiba-tiba diminta oleh pegawai Dinas Sosial Kabupaten Madiun. Alasannya, ada LSM setempat melaporkan bahwa Endro dinilai sudah mampu dan tidak layak mendapat bantuan.

"Karena saya orang kampung, ya saya kasihkan mas walau sebenarnya saya tidak iklas kartunya diambil. Wong saya punya motor dan bisa meperbaiki  rumah juga uang dari pinjeman," ungkap Endro.

Baca Juga : IMR dan MalangTIMES Tebar Sejuta Paket Sembako di 20 Desa di Bantur dan Sumawe

Sampai akhirnya Endro menyampaikan kejadian itu ke Jurnalis Madiun Times. Setelah mendengar penuturan dari Endro, tim mendatangi kelurahan munggut untuk mengonfirmasi adanya berita tentang salah satu warga yang kartunya diambil oleh pegawai dinsos madiun, 15/05/2020.

Ditemui terpisah, Lurah Munggut Suti Nurani S.Sos membenarkan adanya salah satu warga yang selama ini dapat  PKH namun kartunya diambil oleh petugas dinsos. Alasannya ada yang laporan ke kantor Dinsos Madiun bahwa yang bersangkutan dirasa sudah tidak layak dapat PKH.