Petugas medis dan petugas pemakaman saat menguburkan jenasah PDP asal Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Petugas medis dan petugas pemakaman saat menguburkan jenasah PDP asal Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

Seorang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) covid-19 yang merupakan warga Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang meninggal dunia. Hari ini (Kamis 16/4/2020) pagi, jenazah almarhum dikebumikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media online ini, almarhum mengeluh sesak nafas sejak Senin (13/4/2020) lalu. Mengetahui hal itu, pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Karsa Husada di Kota Batu.

Dua hari kemudian, tepatnya pada Rabu (15/4/2020) petang. Pasien PDP yang diketahui juga memiliki riwayat sakit stroke ringan tersebut dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Keesokan harinya (Kamis 16/4/2020) pagi, jenasah pasien PDP tersebut dikebumikan di wilayah pemakaman umum yang ada di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolsek Karangploso, AKP Effendi Budi Wibowo, perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini membenarkan informasi tersebut. 

”Memang infonya seperti itu, ini masih koordinasi dengan perangkat desa setempat,” katanya.

Dari hasil pemantauan pihak kepolisian, lanjut Effendi, proses pemakaman berjalan sesuai dengan prosedur yang ditentukan saat memakamkan pasien yang berkaitan dengan covid-19. 

”Sudah digali, tidak ada (penolakan) dari warga,” sambung Effendi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menuturkan jika pemulasaran jenazah PDP tersebut dilakukan selayaknya pasien positif covid-19.

”Kalau liat hasilnya (PDP) Karangploso itu negatif (covid-19),” kata Arbani saat ditemui di Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (16/4/2020) sore.

Arbani menjelaskan, ada 2 penyebab almarhum PDP tersebut dimakamkan selayaknya pasien positif corona. Pertama, dikarenakan almarhum semasa hidupnya memiliki riwayat penyakit komorbid. Kemudian pertimbangan kedua dikarenakan almarhum PDP tersebut meninggal saat pademi virus corona.

”Jadi penanganan (pemakaman) jenazah dilakukan sama seperti pasien covid-19,” tutup Arbani.