Jupel BPCB Jatim saat mengukur diameter sumur tua peninggalan Majapahit di Dusun Gondang, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Jupel BPCB Jatim saat mengukur diameter sumur tua peninggalan Majapahit di Dusun Gondang, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sebuah bangunan purbakala berbentuk sumur ditemukan warga di areal persawahan di Jombang. Sumur tua dari struktur bata merah kuno ditemukan warga saat menggali tanah untuk penampungan limbah.

Struktur bata merah kuno berbentuk sumur ini ditemukan di lahan pertanian milik Suhadi (38) di Dusun Gondang, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang pada Rabu (25/3) siang. Sumur tua tersebut ditemukan Mulyadi (50), warga Dusun Gondang, yang saat itu menggali tanah untuk bak penampungan limbah dari usaha pencucian mobil milik Suhadi.

Lokasi penemuan berada areal persawahan di samping jalan penghubung Desa Mojokrapak dengan Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh. Struktur purbakala itu ditemukan di kedalaman satu meter dari permukaan tanah.

"Penemuan itu saat menggali untuk pencucian mobil. Ditemukan di kedalaman satu meter. Saat menggali, tahu-tahu ada seperti sumur gitu," ujarnya saat diwawancarai di lokasi penemuan sumur tua itu, Kamis (26/3) siang.

Selain sumur tua dari bata merah kuno, lanjut Mulyadi, ia juga menemukan beberapa pecahan keramik dan tembikar. Keramik dan tembikar itu ia temukan di dekat sumur tua tersebut. Selain itu, beberapa bata merah kuno berukuran 34 x 22 x 10 sentimeter ditemukan berserakan. "Kebanyakan itu piring, seperti keramik sudah hancur," tandasnya.

Sumur tua yang ditemukan  Mulyadi ini tersusun dari bata merah kuno berukuran lebar 26 x 13 sentimeter dan memiliki ketebalan 10 sentimeter. Struktur sumur memiliki dua lapis susunan bata merah yang tersusun melingkar. Diameter sumur seluas 105 sentimeter. Sedangkan lubang sumur seluas 50 sentimeter.

Sementara, arkeolog BPCB (Badan Purbakala dan Cagar Budaya) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengaku sudah mendapatkan informasi dari juru pelihara (jupel) yang ada di Jombang terkait temuan tersebut. Menurut dia, sumur tua yang ditemukan warga itu bagian dari pemukiman warga di era Majapahit.

Analisis Wicaksono ini diperkuat dengan adanya temuan lepas berupa fragmen porselen dan tembikar di lokasi temuan sumur tua. Menurut Wicaksono, fragmen porselen dan tembikar ini berasal dari Dinasti Ming Abad 14 dan 15.

"Dua temuan itu kuat indikasi dari masa Majapahit. Itu pemukiman ya, dengan keberadaan sumur. Terus kemudian ada fragmen-fragmen bata yang sudah terbongkar. Tapi adanya sumur itu mengindikasikan lingkungan pemukiman pada masa Majapahit," kata Wicaksono.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, pihak BPCB Jatim sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Wicaksono berharap ada penanganan sementara dari dinas terkait.

"Kami sudah infokan ke dinas setempat karena itu kaitannya dengan kebijakan pembuatan irigasi ya. Jadi, ada penanganan sementara secepatnya," pungkas dia.