Suasana pelantikan pejabat administrator di wilayah BNNP (Hendra Saputra)
Suasana pelantikan pejabat administrator di wilayah BNNP (Hendra Saputra)

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur resmi melantik pejabat administrator di wilayahnya. Lima orang dari berbagai wilayah itu dilantik di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan KH. Agus Salim, Kota Malang Jum'at (17/1/2020).

Untuk meningkatkan kinerja memberantas narkotika di wilayah Jawa Timur, BNNP melantik lima orang yang diantaranya adalah Trikoranto sebagai Kasubbag Umum BNN Kabupaten Trenggalek, Singgih Widi Promo sebagai Kasi Rehabilitasi BNN Kota Surabaya, Brama Tri Yoga sebagai Kasubbag Umum BNN Kabupaten Malang, Nunung Puma Wisuda Wati sebagai Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Lumajang dan Dayvi Selvians sebagai Kasubbag Umum BNN Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengatakan bahwa untuk mencapai kinerja yang baik butuh sumber daya manusia yang mumpuni sehingga dapat menciptakan hasil maksimal. "Dalam setiap organisasi (memang) butuh sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Untuk mendapatkan itu, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan promosi jabatan," kata Brigjen Pol Bambang Priyambadha.

Sebelumnya, promosi jabatan hanya bisa dilakukan oleh BNN pusat, tapi untuk saat ini untuk meningkatkan jabatan sudah bisa dilakukan oleh BNNP tapi melalui mekanisme rekomendasi dari kepala BNN di wilayah masing-masing kota atau kabupaten.

"Kewenangan untuk eselon IV ini kan sudah dilimpahkan ke BNNP, kan dulu hanya di BNN pusat yang bisa. Dan sekarang yang dilantik ini murni usulan user, dalam hal ini kepala BNN kabupaten/kota. Saya apresiasi kepala BNN kabupaten/kota yang sudah mengusulkan ini," ungkapnya.

Dengan dilantiknya lima pejabat BNN beberapa daerah tersebut, Jenderal bintang satu itu berharap bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dan lagi, Bambang tidak ingin ada satu keinginan negatif yang muncul ketika sudah menjadi pejabat BNN. "Siapapun yang terpilih, mereka adalah yang dianggap mampu. Ini harus dijadikan pendorong untuk bersemangat dalam melaksanakan pekerjaannya. Jangan sia-siakan jabatan ini, apalagi memanfaatkan jabatan untuk yang negatif, saya harap ini tidak ada," pungkasnya.