Gus Hans bersama pendukungnya.

Gus Hans bersama pendukungnya.



 Intelektual muda NU Gus Zahrul Azhar menggelar bincang-bincang santai, Kamis (12/8). Pria yang akrab disapa Gus Hans ini menjadi narasumber dalam sebuah diskusi santai dan gayeng di sebuah rumah makan yang ada di kawasan Surabaya timur.

Pria yang santer disebut akan maju dalam persaingan pemilihan wali Kota Surabaya tahun 2020 ini menjawab dengan santai setiap pertanyaan yang diajukan pendukungnya maupun wartawan. Yang dibahas ketika itu tentu tentang tema seputaran masalah di Kota Surabaya saat ini dan prediksi mendatang sesudah adanya wali kota baru pengganti Tri Rismaharini.

Menurut Gus Hans Surabaya adalah salah satu kota terbaik di dunia dan sudah berhasil maju juga. Dia memuji kepemimpinan para pemimpin Surabaya, seperti Bambang DH dan Tri Rismaharini. "Dibutuhkan estafet kepemimpinan yang mampu menjalankan roda pemerintahan sebaik, bahkan lebih baik dari keduanya," ujar dia.

Pria yang juga pimpinan di Pondok Pesantren Darul Ulum ini menyatakan Surabaya adalah kota indah yang memiliki harapan baik. "Karena integritasnya dan kecerdasan di atas rata-rata. Sehingga siapapun yang jadi pemimpin Insya Allah tidak terlalu susah melakukan tugasnya," kata dia.

Gus Hans menilai demikian karena partisipasi publik dianggap cukup tinggi di Kota Pahlawan ini. Sehingga pemerintah daerah tidak begitu memiliki kendala dalam menjalankan tugasnya. "Tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari pada yang lain, maka yang namanya partisipasi publik akan mudah membantu pemerintah. Apapun programnya," tegas dia.

Yang menjadi perhatian ke depan utamanya jelas Gus Hans adalah kalangan millenial. "Jadi kita ini memiliki bonus demografi yang kalau tidak disikapi dengan baik, maka dia akan jadi bom waktu," tegasnya.

Gus Hans membeberkan data bahwa sekitar 46 persen kalangan millenial akan jadi peserta pemilih dalam pilwali tahun 2020 mendatang. "Mereka ini adalah yang menghadapi Surabaya dengan resiko yang dia tanggung," tuturnya.

Kemudian Gus Hans juga menilai ke depannya perlu ada pembangunan yang merata di Surabaya. Mulai dari kawasan Surabaya timur seperti di Rungkut dan Surabaya barat seperti Benowo. "Sekarang kan masih sentral-sentral saja," cetus dia.

Meski demikian dia menilai tidak ada yang salah pada sosok pemimpin Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Bu Risma bukan Superman, bukan Superwoman yang bisa melakukan itu semuanya dalam waktu singkat. Maka ini bisa menjadi acuan bagi siapapun pemimpinnya untuk bisa merata," imbuhnya.


End of content

No more pages to load